Selasa, 11 September 2012

FAKTOR PENDUKUNG BELAJAR


FAKTOR PENDUKUNG BELAJAR
MAKALAH
Disusun sebagai salah satu tugas Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
yang dibimbing oleh:
Bapak Nana Sumarna, M A.
Semester V B.
γΏ·ᛯ௔
   Disusun oleh:
KELOMPOK III :
1.                      NURKHOLIS
2.                      NURHIDAYAT
3.                      NURLIA ALIYAH
4.                      NURMAWATI
5.                      NURJUWAEDAH

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG ( UMT )
FAKULTAS AGAMA ISLAM
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Sekretariat : Jl. Perintis Kemerdekaan I/33  Cikokol - Kota Tangerang - Banten 15118
2011 M / 1432 H


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puja dan puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan limpahan rahmat-Nya kepada kita semua selaku para hamba-Nya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita menuju terangnya Iman dan Islam, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Alasan penulis memilih judul: “Faktor Pendukung Belajar  adalah agar penulis lebih memahami tentang Faktor Pendukung Belajar dan sebagai salah satu tugas mata kuliah Strategi Belajar Mengajar semester V fakultas Agama Islam.
Dan ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada :
1.      Bapak. H. Ahmad Badawi S.Pd, M.M selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang.Bapak.
2.      Bapak Nana Sumarna, M.A. selaku selaku dosen pembimbing mata kuliah Strategi Belajar Mengajar.
3.      Rekan-rekan seperjuangan dalam menuntut ilmu di Kampus Universitas Muhammadiyah.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan rekan-rekan mahasiswa. Saya menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu segala kritik dan saran yang membangun akan saya terima demi kesempurnaan diskusi atau pun ilmu pengetahuan saya selanjutnya dimasa yang akan datang.

Tangerang,    21 Oktober  2011 M
                    23 Dzulqaidah 1432 H


Penulis

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………..i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………….......................ii
BAB I  PENDAHULUAN ………………………………………………………………..1
  1. Latar Belakang Masalah …………………………………………………..................1
  2. Rumusan Masalah ………………………………………………................................1
  3. Tujuan Penulisan ………………………………………………………………….......2
  4. Sistematika Penulisan …………………………………………………………...........2

BAB II  FAKTOR PENDUKUNG BELAJAR……………………………........................3
  1. Pengertian Belajar ………………………………………………..................................3
  2. Beberapa Aktivitas Belajar .............................................................................................3
  3. Faktor-Faktor Individual .................................................................................................8
  4. Implikasi Teori-Teori Belajar dari Psikologi Behavioristik ……………………….............9
  5. Implikasi Teori-Teori Belajar dari Psikologi Kognitif .......................................................10
  6. Implikasi Teori-Teori Belajar Humanistik........................................................................10

BAB III  PENUTUP …………………………………………………………………….....11
  1. Kesimpulan………………………………………………………………………........11
  2. Saran…………………………………………………………………………………11

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………..........12





 
BAB I
 Pendahuluan

A.    Latar belakang
Ada banyak faktor pendukung untuk keberhasilan suatu proses pendidikan. Misalnya Kurikulum yang solit, tenaga pendidik yang profesional, sarana pendidikan yang lengkap, suasana belajar yang tenang, tingkat inteligensi siswa yang diatas rata-rata dan lain-lain.Namun demikian proses pendidikan tetap berlangsung hingga saat ini meskipun tidak selalu didukung oleh faktor-faktor pendukung tersebut. Sehingga produk sumber daya manusia yang dikeluarkan menjadi lulusan yang tidak memiliki keterampilan khusus yang bisa diandalkan untuk menopang kehidupannya di masa yang akan datang.Secara garis besar pendidikan di Indonesia umumnya. Pola pendidikan masih mengacu pada kuantitas peserta didik, belum memikiran kualitas. Sehingga proses pendidikan berjalan tidak maksimal sebagaimana yang diharapkan. Cendrung peserta didik hanya menghabiskan waktu datang kesekolah dan pulang tanpa memiliki bekal ilmu yang secara pasti bisa diaplikasikan dalam kehidupan mereka sehari-hari.Yang lebih parah lagi di daerah-daerah terpencil dan jauh dari jangkauan pembangunan. Kesemua faktor pendukung itu kadang-kadang tidak dimiliki sama sekali. Namun proses pendidikan tetap harus berjalan.
B.     Rumusan masalah
Berangkat dari latar belakang masalah di atas maka permasalahan yang dapat penulis Rumuskan sebagai berikut:
1.      Apa pengertian belajar itu?
2.   Apa sajakah beberapa aktivitas belajar itu?
3.      Apa Faktor-Faktor Individual itu?
4.      Apa Implikasi Teori-Teori Belajar dari Psikologi Behavioristik itu?
5.      Apa Implikasi Teori-Teori Belajar dari Psikologi Kognitif itu?
6.      Apa Implikasi Teori Belajar Humanistik itu?


C.    Tujuan penulisan
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka penulis dapat mengidentifikasikan beberapa tujuan penulisan sebagai berikut : 
1.      Untuk mengetahui pengertian belajar.
2.      Untuk mengetahui beberapa aktivitas belajar.
3.      Untuk mengetahui Faktor-Faktor Individual.
4.      Untuk mengetahui Implikasi Teori-Teori Belajar dari Psikologi Behavioristik.
5.      Untuk mengetahui Implikasi Teori-Teori Belajar dari Psikologi Kognitif.
6.  Untuk mengetahui Implikasi Teori Belajar Humanistik.

D.  Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan makalah ini dibagi menjadi 3 bab, yaitu :
BAB I PENDAHULUAN
Pendahuluan berisi uraian tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan dan sistematika penulisan.
BAB II FAKTOR PENDUKUNG BELAJAR
Faktor Pendukung Belajar berisi uraian tentang pengertian pengertian belajar, beberapa aktivitas belajar, Faktor-Faktor Individual Implikasi Teori-Teori Belajar dari Psikologi Behavioristik,  Implikasi Teori-Teori Belajar dari Psikologi Kognitif dan Implikasi Teori Belajar Humanistik.
BAB III PENUTUP
Penutup berisi tentang kesimpulan dan saran.
DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka berisi referensi penulis dalam menyusun makalah ini.



BAB II
 FAKTOR PENDUKUNG BELAJAR
A.    Pengertian Belajar
Menurut James O. Whittaker, belajar didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience. Dengan demikian perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan, kelelahan, penyakit, atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar.
Definisi yang tidak jauh berbeda dengan definisi tersebut dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang berjudul Educational Psychology sebagai berikut. Learning is shown by change in behaviour as a result of experience.
Dengan demikian belajar yang efektif adalah melalui pengalaman. Dalam proses belajar, seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat indranya.
Satu definisi lagi yang perlu dikemukakan di sini yaitu yang dikemukakan oleh Howard L. Kingsley sebagai berikut. Learning is the process by wich behavior (in the broader sense) is originated or changed through practice or training.(Belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan).
Menurut pengertian secara Psikologi, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan didalam tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut akan dinyatakan dalam seluruh aspek tingkah laku. Pengertian belajar dapat didefinisikan sebagai berikut: ”Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan”.
Jika demikian, apakah ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar?
1.      Perubahan yang terjadi secara sadar.
Contoh: ia menyadari pengetahuannya bertambah, kecakapannya bertambah, dan kebiasaannya bertambah.
2.      Perubahan dalam belajar bersifat fungsional.
Suatu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan ataupun proses belajar berikutnya. Perubahan ini akan terus menerus berlangsung hingga kecakapan menulisnya menjadi lebih baik dan sempurna.
3.      Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif.
Dalam perbuatan belajar, perubahan-perubahan itu senantiasa bertambah dan tertuju untuk memperoleh suatu yang lebih baik dari sebelumnya.
4.      Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara.
Perubahan yang bersifat sementara atau temporer yang terjadi hanya untuk beberapa saat saja, dan perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat menetap atau permanen.
5.      Perubahan dalam belajar, bertujuan atau terarah
Ini berarti bahwa perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai. Dan perubahan belajar terarah perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari.
6.      Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku
Perubahan yang diperoleh individu setelah melalui suatu proses belajar, meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku.
B.     Beberapa Aktivitas Belajar
1. Gambaran tentang set belajar.
Suatu set adalah arah atau sikap terhadap pekerjaan. Didalam suatu terdapat berbagai alternatif objek atau materi. Manfaat dari set belajar adalah membuat si pelajar mempunyai kepekaan terhadap ketepatan berbagai alternatif tindakan mencapai tujuan. Set belajar mengarahkan perhatian hal-hal relevan dengan kebutuhan dan motivasi si pelajar serta menemukan tujaun atau alternatif tindakan yang paling baik.
2.      Aktivitas belajar dalam berbagai situasi.
- Mendengarkan.
Percakapan memberikan kesempatan situasi tersendiri bagi ornag-orang yang terlibat ataupun yang tidak terlibat tetapi secara tidak langsung mendengar informasi. Situasi ini memberikan kesempatan kepada seseorang untuk belajar.
- Memandang.
Setiap stimulus visual memberi kesempatan bagi seseorang untuk belajar. Alam sekitar kita, termasuk juga sekolah dengan segenap kesibukannya, merupakan  objek-objek yang memberi kesempatan untuk belajar.
- Meraba, Membau, dan Mencicipi/Mengecap.
Meraba, Membau, dan Mengecap adalah aktivitas sensoris seperti halnya pada mendengarkan dan memandang. Aktivitas meraba, membau, dan mengcap dapat dikatakan belajar apabila aktivitas-aktivitas tersebut didorong oleh kebutuhan, motivasi untuk mencapai tujaun dengan set tertentu untuk memperoleh perubahan tingkah laku.
- Membuat ikhtisar atau ringkasan dan menggarisbawahi.
Membuat ikhtisar atau ringkasan membantu kita dalam hal mengingat atau mencari kembali materi dalam buku untuk masa-masa yang akan datang.
- Mengamati table-tabel, diagram-diagram, dan bagan-bagan.
- Menyusun paper atau kertas kerja.
- Mengingat.
Mengingat yang didasari atas kebutuhan serta kesadaran untuk mencapai tujuan belajar lebih lanjut adalah termasuk aktivitas belajar, apalagi jika mengingat itu berhubungan dengan aktivitas-aktivitas belajar lainnya.
- Berfikir
Berfikir adalah termasuk aktivitas belajar. Dengan berfikir, orang memperoleh penemuan baru, setidak-tidaknya orang menjadi tahu tentang hubungan antar-hubungan.
- Latihan atau praktek
Dalam kegiatan berlatih atau praktek, segenap tindakan subjek terjadi secara integrative dan terarah ke suatu tujaun. Hasil latihan atau praktek itu sendiri akan berupa pengalaman yang dapat mengubah diri subjek serta mengubah lingkungannya.
3.      Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
Prestasi belajar yang dicapai seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang mempengaruhinya baik dari dalam diri (faktor internal) maupun dari luar (faktor eksternal).
Yang tergolong faktor internal adalah:
1)            Faktor jasmaniah (fisiologi) baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh.
2)            Faktor Psikologis baik yang bersifat bawaan maupun yang bersifat diperoleh yang terdiri dari:
a. Faktor intelektif yang meliputi:
-  Faktor potensial yaitu kecerdasan dan bakat.
-  Faktor kecakapan nyata yaitu prestasi yang telah dimiliki.
a.                   Faktor non-intelektif, yaitu unsure-unsur kepribadian tertentu seperti sikap, kebiasaan , minat, kebutuhan, motivasi, emosi, dan penyesuaian diri.
3)            Faktor kematangan fisik maupun psikis.
Yang termasuk golongan faktor eksternal, ialah:
1.                  Faktor sosial yang terdiri dari:
a.       Lingkungan keluarga;
b.      Lingkungan sekolah;
c.       Lingkungan masyarakat;
d.      Lingkungan kelomok.
2.                  Faktor budaya seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian.
3.                  Faktor lingkungan fisik seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar, iklim.
4)      Faktor lingkungan spiritual atau keamanan.
Dari sekian banyaknya faktor yang mempengaruhi belajar, dapat digolongkan menjadi 3 macam, yaitu:
a.            Faktor-faktor stimulus belajar
Yang dimaksud dengan stimulus belajar disini adalah segala hal diluar individu itu untuk mengadakan reaksi atau perbuatan belajar. Stimulus dalam hal ini mencakup material, penugasan, serta suasana lingkungan eksternal yang harus diterima dipelajari oleh pelajar. Beberapa hal yang berhubungan dengan faktor-faktor stimulus belajar, diantaranya:
1.      Panjangnya bahan pelajaran.
2.      Kesulitan bahan pelajaran.
3.      Berartinya bahan pelajaran.
4.      Berat ringannya tugas.
5.      Suasana lingkungan eksternal.
b.      Faktor-faktor metode belajar
Metode mengajar yang dipakai oleh guru sangat mempengaruhi metode belajar yang dipakai si pelajar. Dengan perkataan lain, metode yang dipakai oleh guru menimbulkan perbedaan yang berarti bagi proses belajar. Faktor-faktor metode belajar menyangkut hal-hal berikut ini.
1)      Kegiatan berlatih atau praktek
2)      Overlearning dan drill.
Overlearning berlaku bagi latihan keterampilan motorik seperti main piano atau menjahit, sedangkan drill berlaku bagi kegiatan berlatih abstraksi seperti berhitung. Mekanisme drill tidak berbeda dengan overlearning, baik drill maupun overlearning berguna untuk memantapkan reaksi dalam belajar.
1.                  Resitasi selama belajar
Kombinasi kegiatan membaca dengan resitasi sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan membaca itu sendiri, maupun untuk menghafal bahan pelajaran.
2.                  Pengenalan tentang hasil-hasil belajar.
3.                  Belajar dengan keseluruhan dan dengan bagian-bagian.
4.                  Menggunakan modalitas indra.
Sehubungan dengan modalitas indra, ada 3 imperi yang penting dalam belajar, yaitu oral (dalam belajar siswa perlu membaca atau mengucapkan materi pelajaran dengan nyaring atau mendengarkan bacaan atau ucapan orang lain), visual (dalam belajarnya siswa lebih banyak menggunakan indra penglihatan), kinestetik (siswa banyak menggunakan fungsi motorik).
5.                  Bimbingan dalam belajar
6.                  Kondisi-kondisi insentif
Insentif berbeda dengan motivasi. Motivasi berhubungan dengan pertumbuhan kondisi internal berupa motif-motif yang merupakan dorongan internal yang menyebabkan individu berusaha mencapai tujuan tertentu. Sedangkan insentif adalah objek atau situasi eksternal yang dapat memenuhi motif individu. Intensif itu bukan tujuan melainkan alat untuk mencapai tujaun. Intensif dapat diklarifikasikan menjadi 2 macam, yaitu:
-                      Intensif intrinsic, yaitu situasi yang mempunyai hubungan fungsional dengan tugas dan tujuan.
-                      Intensif ekstrinsik, yaitu objek atau situasi yang tidak mempunyai hubungan fungsional dengan tugas.
C.    Faktor-Faktor Individual
Selain faktor-faktor stimulus dan metode belajar, faktor-faktor individual sangat besar pengaruhnya terhadap belajar seseorang. Adapun faktor-faktor individual dua itu menyangkut hal-hal berikut.
1.                  Kematangan
Kematangan dicapai oleh individu dari proses pertumbuhan fisiologisnya. Kematangan memberikan kondisi dimana fungsi-fungsi fisiologis termasuk system syaraf dan fungsi otak menjadi berkembang.dengan berkembangnya fungsi otak dan system syaraf, hal ini akan menumbuhkan kapasitas mental seseorang.
2.                  Faktor usia kronologis
Semakin tua usia individu, semakin meningkat pula kematangan berbagai fungsi fisiologisnya. Usia kronologis merupakan faktor penentu daripada tingkat kemampuan belajar individu.
3.                  Faktor perbedaan jenis kelamin.
4.                  Pengalaman sebelumnya.
5.                  Kapasitas mental
Kapasitas adalah potensi untuk mempelajari serta mengembangkan berbagai keterampilan/kecakapan. Akibat hereditas dan lingkungan, berkembanglah kapasitas mental individu yang berupa intelegensi. Dan intelegensi seseorang menentukan prestasi belajar seseorang itu.
6.                  Kondisi kesehatan jasmani.
7.                  Kondisi kesehatan rohani
Gangguan dan cacat mental pada seseorang sangat menggangu hal belajar orang yang bersangkutan.
8.                  Motivasi
Motivasi sangat penting bagi proses belajar, karena motivasi menggerakkan organism, mengarahkan tindakan, serta memilih tujuan belajar yang dirasa paling berguna bagi kehidupan individu.
D.    Implikasi Teori-Teori Belajar dari Psikologi Behavioristik
a.                   Prosedur-prosedur pengembangan tingkah laku baru
1.                  Shaping
Kebanyakan yang diajarkan di sekolah-sekolah adalah tingkah laku kompleks, bukan hanya simple response. Tingkah laku yang kompleks ini dapat dijarkan melalui proses shaping dan successive approximations. Proses ini dimulai dengan penetapan tujuan, kemudian diadakan analisis tugas, langkah-langkah kegiatan murid dan reinforcement terhadap respon yang diinginkan.
2.                  Modelling
Modelling adalah suatu bentuk belajar mengikuti kelakuan orang lain sebagai model. Tingkah laku manusia lebih banyak dipelajari melalui modeling atau imitasi daripada melalui pengajaran langsung.
b.                  Prosedur-prosedur pengendalian atau perbaikan tingkah laku
1.                   Memperkuat tingkah laku bersaing
2.                  Ekstingsi
Ekstingsi dilakukan dengan membuat/meniadakan peristiwa-peristiwa penguat tingkah laku. Ada jenis-jenis tingkah laku yang dapat diabaikan oleh guru-guru terutama tingkah laku yang menyinggung perasaan murid-murid. Ekstingsi berlangsung terutama jika reinforcement itu berupa perhatian. Apabila murid memperhatikan ke sana ke mari, maka perubahan interaksi guru murid akan menghentikan tingkah laku murid tersebut.
3.                  Satiasi
Satiasi adalah suatu prosedur menyuruh seseorang melakukan perbuatan berulang-ulang sehingga ia menjadi lelah atau jera. Contoh seorang ayah mergoki anak kecilnya merokok menyuruh anak merokok sampai habis.
4.                  Perumahan lingkungan stimulus
Jika suatu tugas sulit dikerjakan murid, maka guru dapat mengganti dengan tugas yang kurang begitu sulit.
5.                  Hukuman
Hukuman dapat mengatasi tingkah laku yang diinginkandalam waktu singkat akan tetapi perlu disertai dengan reinforcement.
c.                   Langkah-langkah dasar modifikasi tingkah laku
Berikut ini adalah langkah-langkah bagi guru dalam mengadakan analisis dan modifikasi tingkah laku.
1.                  Rumuskan tingkah laku yang ubah secara operasional.
2.                  Amatilah frekuensi tingkah laku yang perlu diubah.
3.                  Ciptakan situasi belajar sehingga terjadi tingkah laku yang diinginkan.
E.     Implikasi Teori-Teori Belajar dari Psikologi Kognitif
Ahli psikologi belum puas dengan penjelasan terdahulu (stimulus-response-reinforcement). Mereka berpendapat bahwa tingkah laku seseorang selalu didasarkan pada kognisi, yaitu suatu perbuatan mengetahui atau perbuatan pikiran terhadap situasi dimana tingkah laku itu terjadi. Tiga tokoh penting pengembang teori psikologi kognitif, yaitu:
1.                  Piaget, yang mengemukakan tentang perkembangan kognitif anak sesuai dengan perkembangan usia (gognitive developmental perpertive).
2.                  Bruner, yang mengembangkan psikologi kognitif dengan menemukan metode belajar discovery.
3.                  Ausubel, yang berpendapat: jika pengetahuan disusun dan disajikan dengan baik, siswa akan dapat belajar dengan efektif melalui buku teks dan metode-metode ceramah.
F.     Implikasi Teori Belajar Humanistik
Pendekatan humanistik diikhtisarkan sebagai berikut:
1.                  Siswa akan maju sesuai dengan iramanya sendiri dengan suatu perangkat materi yang sudah ditentukan lebih dulu untuk mencapai suatu perangkat tujuan yang telah ditentukan pula dan para siswa bebas menentukan cara mereka sendiri dalam mencapai tujuan mereka sendiri.
2.                  Pendidikan aliran humanistik memiliki perhatian yang murni dalam pengembangan anak-anak meski terdapat perbedaan-perbedaan individual.
3.                  Ada perhatian yang kuat terhadap pertumbuhan pribadi dan perkembangan siswa secara individual.





BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Dari uraian diatas penulis dapat menyimpulkan beberapa hal penting yaitu:
1.                  Pengertian belajar dapat didefinisikan sebagai berikut: ”Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan”.
2.                  set adalah arah atau sikap terhadap pekerjaan. Didalam suatu terdapat berbagai alternatif objek atau materi. Manfaat dari set belajar adalah membuat si pelajar mempunyai kepekaan terhadap ketepatan berbagai alternatif tindakan mencapai tujuan.
3.   Aktivitas belajar meliputi: Mendengarkan, Memandang, Meraba, Membau, dan Mencicipi/Mengecap, Membuat ikhtisar atau ringkasan dan menggarisbawahi, Latihan atau praktek, Berfikir, Mengamati table-tabel/diagram-diagram dan bagan-bagan, Menyusun paper atau kertas kerja, Mengingat.
4.                  Faktor-faktor individual: Kematangan, Faktor usia kronologis, Faktor perbedaan, jenis kelamin, Pengalaman sebelumnya, Kapasitas mental, Kondisi kesehatan jasmani, Kondisi kesehatan rohani, Motivasi.
B.     Saran
Demikianlah makalah ini penulis buat untuk memenuhi tugas mata kuliah  Strategi Belajar Mengajar pada Jurusan Pendidikan Agama Islam semester V. Apabila dalam penulisan makalah ini terdapat kekurangan penulis meminta kepada pembaca umumnya dan khususnya kepada bapak dosen mata kuliah Strategi Belajar Mengajar ini untuk memberikan saran dan kritik yang membangun untuk makalah ini. Mudah-mudahan Allah Swt senantiasa memberkahi kita semua. Amin ya Rabbal ‘Alamin.




DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi, H. Drs., Psikologi Umum. 2003. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Abu Ahmadi, H. Drs. dan Drs. Widodo Supriyono. Psikologi Belajar Edisi Revisi. Jakarta: PT  Rineka Cipta.

www.google.com/file:///G:/faktor-pendukung-keberhasilan-proses.html








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar